Headlines News :
Home » » TUJUAN MEMPELAJARI POKOK-POKOK AQIDAH

TUJUAN MEMPELAJARI POKOK-POKOK AQIDAH

Written By Admin pakarfikir on Saturday, May 18, 2013 | 8:51 PM

Sesungguhnya mempelajari dan memahami tauhid dan pokok-pokok tauhid adalah ilmu yang paling agung dan semulia-mulianya ilmu. kenapa ? karena yang dipelajari adalah tentang Allah Ta'ala, nama-namaNya, sifat-sifatNya dan hak-hak Allah terhadap hambaNya & yang dipelajari adalah kunci untuk menempuh perjalanan kepada Allah Ta'ala dan pondasi syari'atNya.

Oleh karena itu para utusan Allah sepakat dakwahnya dalam mentauhidkan Allah. maka merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk memperhatikan tauhid , untuk mempelajari, mengajarkan, meyakini dan mendakwahkannya, supaya agamanya dibangun diatas pondasi yang selamat.

Insya Allah artikel singkat ini akan kami jelaskan tentang pokok-pokok agama dalam rangka kewajiban menasehati kaum muslimin secara umum dan para penuntut ilmu secara khusus yang berkaitan dengan perkara aqidah, karena tidak akan lurus agama kecuali dengan aqidah yang selamat dan amalan yang benar.

Pengertian Pokok-pokok agama atau aqidah islam
Adalah rukun iman yang enam merupakan jawaban Rosulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam kepada Jibril tatkala Jibril bertanya tentang iman maka Nabi sollalohu'alahi wasallam menjawab: 
"
أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وبالقدر خيره وشره" رواه مسلم وغيره
"Beriman kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitabNya, para utusanNya, hari akhir dan taqdirNya yang baik dan yang jelek" diriwayatkan oleh Muslim dan yang lainnya.

Dalil yang menunjukan pokok-pokok ini adalah Al-kitab (qur'an), sunnah (hadist) dan Ijma (kesepakatan para ulama).

Aqidah Islam adalah keimanan yang pasti kepada pokok-pokok ini berikut cabang-cabang dari pokok-pokok ini yaitu dari perkara gaib, pokok-pokok hukum yang pasti dan semua pokok agama dan aqidah yang disepakati oleh salaf kita yang sholih.

Pokok-pokok ini menurut para nabi adalah satu sebagaimana Rosulullah sallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إنا معشر الأنبياء ديننا واحد. متفق عليه
"Sesungguhnya kami para nabi, agama kami adalah satu." disepakati oleh Bukhori & Muslim.

Imam Nawawi berkata-semoga Alloh merahmatinya: 
أصل إيمانهم واحد وشرائعهم مختلفة، فإنهم متفقون في أصول التوحيد. شرح صحيح مسلم (15/120).
"Pokok keimanan mereka adalah satu dan syari'at mereka berbeda-beda, maka sesungguhnya mereka sepakat dalam pokok-pokok tauhid"

Ibnu Hajar dalam Kitab Fathul Baari (6/489) berkata: 
بل إن أول دعوة الرسل واحدة وهي الدعوة إلى عبادة الله وحده لا شريك له
"Bahkan sesungguhnya yang pertama kali didakwahkan oleh para utusan Alloh adalah satu yaitu ajakan untuk beribadah kepada Allah saja yang tidak ada sekutu bagiNya".

Begitu pula Ibnu Qoyyim dalam kitabnya "Miftah daar sa'adah (2/143): 
وكذلك وحدة الاعتقاد عند سلف الأمة وسائر الأئمة ثابتة عنهم ، وذلك لأن مصادر التلقي عندهم واحدة وهي القرآن والسنة والإجماع، فالقرآن الكريم هو أساس اعتقادهم وكانوا يفسرون القرآن بالقرآن وإلا فبالسنة وإلا فبالصحيح من أقوال الصحابة وإلا ما أجمع التابعون عليه، كما قال ابن تيمية في مقدمة التفسير، انظر: "الفتاوى" (13/363).
"Kesatuan aqidah menurut salaf dan semua para ulama adalah sebuah ketetapan menurut mereka, hal demikian itu dikarenakan sumber pengambilan mereka satu yaitu Al Qur'an, sunnah dan Ijma', maka Alqur'anul kariem merupakan pondasi keyakinan mereka, mentafsirkan al qur'an dengan al qur'an, jika tidak ada maka dengan assunnah, jika tidak didapatkan penafsirannya dalam assunnah maka dengan perkataan sahabat yang sohih, dan jika tidak ada maka dengan kesepakatan para tabi'in. sebagaimana perkataan ibnu taimiyyah dalam muqoddimah tafsirnya." Lihat:al- fatawa: (13/363).

Maka menurut semua ulama pokok-pokok agama dan keyakinan adalah satu, maka anggapan yang keliru dari sebagian orang bahwa berbilangnya madzhab-madzhab dalam fiqih adalah berbilangnya madhab-madzhab dalam aqidah berdasarkan para ulama, kenapa anggapan itu keliru? Karena berkembangnya madzhab-madzhab dalam fiqih itu setelah mereka sepuluh tahun, kalau memang ada perselihan madzhab para ulama dalam fiqih maka sesungguhnya mereka itu besepakat dalam pokok-pokok agama dan keyakinan .

Oleh karena itu Ibnu Taimiyyah semoga Allah merahmatinya berkata:
اعتقاد الشافعي واعتقاد سلف الإسلام كمالك والثوري والأوزاعي وابن المبارك وأحمد بن حنبل وإسحاق بن راهويه، فإنه ليس بين هؤلاء الأئمة وأمثالهم نزاع في أصول الدين. الفتاوي: (5/256).
Keyakinan Imam syafi'I dan keyakinan salaf (pendahulu) islam seperti Imam Malik, Asstaury. "Al Auzaa'I, Ibnu Mubarok, Ahmad bin Hanbal dan Ishak bin Rohawaih, maka sesungguhnya tidak ada perbedaan antara mereka para ulama dan yang semisalnya dalam pokok-pokok agama." Al fataawa: (5/256).
Imam Al Asfahani berkata dalam kitab "Al-Hujjah fie Bayani Al-Mahajjah" (2/224): 
لو طالعت جميع كتبهم أي السلف من أولهم إلى آخرهم مع اختلاف بلدانهم وزمانهم، وجدتهم في بيان الاعتقاد على وتيرة واحدة لاترى بينهم اختلاف ولاتفرقا في شيئ ما
"Kalau anda menela'ah semua kitab-kitab mereka yaitu kitab salaf dari awal sampai akhir dengan perbedaan negri dan waktu mereka, anda akan mendaptkan mereka dalam menjelaskan keyakinan sama adalah satu, tidak akan anda dapatkan perbedaan antara mereka dan tidak pula perpecahan dalam sesuatu apapun."

Keistimewaan berpegang teguh kepada pokok-pokok agama bagi pemeluknya:
Pokok-pokok agama adalah prinsip dasar aqidah Islam, aqidah Salaf Ahlusunnah wal Jama'ah, pokok-pokok agama dan pemeluknya mempunyai keistimewaan dibandingkan dengan keyakinan yang lainnya, diantaranya:
a)   Sumber yang selamat, hal tsb dikarenakan sandaranya adalah di atas Al-kitab, Assunnah dan kesepakatan ulama salaf.
b)   Berdiri di atas kepasrahan yang total kepada Allah Ta'ala dan Rosulnya karena pokok-pokok agama adalah perkara yang ghoib.
c)   Jelas, terang benderang dan bersih dari segala pertentangan, kotradiksi dan filsafat.
d)    Selamat dari kegoncangan, kontradiksi dan keselamatan pengikutnya dari kesamar-samaran dalam kebid'ahan, dosa dan dosa besar kecuali sesuatu yang sangat jarang.
e)    Adalah aqidah jama'ah dan persatuan dikarenakan langkan yang patut dicontoh untuk mempersatukan kaum muslimin.
f)    Tetap, teguh dan komitmen, karena pokok-pokok agama merupakan sebab untuk mencapai kemenangan sebagaimana dalam sebuah hadits:
لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق لايضرهم من خذلهم حتى يأتي أمر الله وهم كذلك. مسلم والترمذي 
وهو متواتر
"Ada satu kelompok dari ummatku selalu dalam keadaan menanang tidak membahyakan mereka orang yang menghina mereka sampai datang hari kiamat dalam keadaan menang".

Tujuan mempelajari pokok-pokok agama & pengaruhnya bagi yang berpegang teguh dengannya:
A. Keikhlasan niat dan ibadah hanya kepada Allah saja.
B. Terbebasnya akal dan pikiran dari kegoncangan, kontradiksi dan kesesatan.
C. Ketenangan jiwa dan pemikiran bagi yang meyakininya
D. Tekad kuat dan kesungguhan dalam beberapa urusan, senang beramal sholih dan takut untuk berbuat dosa.
E. Meraih kebahagian dunia dan akhirat dengan memperbaiki individu dan masyarakat.

Adapun hukum berpegang teguh dengan pokok-pokok agama adalah wajib 'aini. Kenapa? Karena pokok-pokok ini adalah hak (kebenaran) dan tidak akan selamat di dunia & akhirat kecuali dengan berpegang teguh dengan pokok-pokok ini, adalah jalan yang lurus dan langkahnya orang-orang yang beriman, maka berpegang teguh denganya adalah perkara yang wajib aini secara syar'i.

oleh: Ust. Nuruddin Muhammad Fattah, Lc.
Share this article :

City Tour & Kambing Qurban MURAH

Translator

 
Copyright © 2011. Pakar Fikir - All Rights Reserved